Berita Terkini : Kasus Penganiayaan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pegawai KPK
Berita Terkini : Kasus Penganiayaan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Pegawai KPK

elpaisaguilar.com, Berita Terkini – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengagendakan kembali pemanggilan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat, 8 Februari 2019. Pemanggilan itu untuk dimintai keterangan sebagai pelapor, atas dugaan penganiayaan yang menimpa pegawai KPK.

“Agendanya seperti itu,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat, 8 Februari 2019.

Mereka yang rencananya akan dimintai keterangan adalah Muhammad Gilang Wicaksono pegawai KPK yang jadi korban penganiayaan, anggota Biro Hukum KPK, serta direktur Monitoring KPK. Namun, Argo belum bisa memastikan apakah mereka hadir dalam pemanggilan ini.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memanggil Gilang dan pegawai KPK lain bernama Indra Mantong Batti, Rabu, 6 Februari 2019. Namun, pemeriksaan ditunda.

Gilang adalah orang yang diduga dipukul saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019 malam.

Saat itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang karena tidak terima difoto. Mereka sempat menanyakan identitas Gilang. Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun mereka tetap ‘menghujani’ bogem mentah.

Hal ini membuat wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu, 3 Februari 2019.

Kemudian, pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

“Isi pesan WhatsApp terlapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan,” kata Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini, atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin, 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here